Posts

Going Back

Suara di kepala bersahut-sahutan. Berisik sekali. Meminta untuk melakukan banyak hal yang harus, yang belum pernah, dan yang sudah lama tidak. Terlalu malas untuk suatu keharusan. Terlalu overthinking untuk sesuatu yang baru. Terlalu takut untuk kembali pada yang dulu pernah. Kali ini satu suara menang. Salah. Kali ini suara-suara itu menjadi satu. Sebuah keharusan untuk memulai hal baru setelah sekian lama tidak. Kembali menulis. Iya, harus dimulai lagi karena isi di kepala banyak yang layak keluar lewat kata-kata. Entah nanti statusnya sebatas draft yang tersimpan, menunggu untuk dihapus atau sebagai sebuah post yang dilihat untuk dibaca oleh orang lain. Lalu, apa yang baru? Mungkin tidak ada. Masih panjang lebar melibatkan perasaan (yang sepertinya tidak sesuram dulu) dan bukan sekadar kata-kata bersayap demi untuk dalam rangka.  Oh ada sih, ini akan menjadi tulisan pertama tahun ini dan di umur yang baru. Bisa kan? Such a nice one to have something posted right in a certain mo...

Tanggal Dua Sembilan

Juli merobek lembaran kalender bertuliskan angka dua sembilan di depannya. Dua sembilan kesekian sejak hari itu, pikirnya. Ia terdiam lama dan terlihat sedih. Tangannya mulai bergetar, meremuk kencang gumpalan kertas kecil itu. Tanggal dua sembilan seakan menjadi mimpi buruk bagi Juli. Hari di mana ia mengetahui bahwa orang yang selama lima tahun mendampinginya ternyata sudah mengkhianati hubungan mereka. Hatinya hancur berantakan. Mimpinya untuk memiliki keluarga harmonis seolah kandas bahkan yang lebih ironis saat mereka sedang berencana memilliki keturunan. Juli mengambil album foto berwarna hitam dengan aksen keemasan dari laci meja di sudut ruang tengah. Album pernikahannya. Dua sembilan pertama saat saling mengikat hati, bertukar janji, penuh senyum dan doa baik. Ia terdiam lama dan terlihat bahagia. Tangannya mulai bergetar, membalik satu demi satu lembaran foto di dalamnya. Tanpa sadar, air matanya menetes. Tanggal dua sembilan sudah tidak lagi terasa sama bagi Juli. Sama seper...

Satu Hal Yang Membosankan

Saya bosan jadi orang baik. Seringkali membantu yang lain bahkan sebelum diminta tapi tidak jarang kesulitan dan sendirian. Saya bosan jadi orang baik. Sangat mudah memaafkan dan hidup seperti biasa meski sakitnya terus ada seolah tidak terlupakan. Saya bosan jadi orang baik. Sekian kali memikirkan apa yang akan keluar dari mulut dalam rangka menjaga perasaan lawan bicara padahal faktanya tidak jarang yang diidengar justru tidak seharusnya masuk ke pikiran. Saya bosan jadi orang baik. Sulit berkata tidak tapi merasa terbeban dengan mengiyakan. Saya bosan jadi orang baik. Selalu berusaha menyamankan dan menyenangkan yang lain kecuali diri sendiri. Saya bosan jadi orang baik. Setidaknya jika bisa, saat ini saya ingin jadi orang yang bahagia.

Saya Masih Mengingatnya

Saya masih mengingatnya. Saat saya tidak bisa mengikuti tes golongan darah yang hanya berbayar beberapa ribu rupiah. Saya masih mengingatnya. Saat saya tidak bisa melawan bullying  yang berlangsung cukup lama. Saya masih mengingatnya. Saat saya membuat seseorang menjadi teman bagi yang lainnya tapi justru sayalah yang terlupakan. Saya masih mengingatnya. Saat saya tidak punya pilihan dalam menentukan sekolah dan jurusan. Saya masih mengingatnya. Saat saya terpaksa merelakan tabungan yang hilang dan rencana yang berantakan. Saya masih mengingatnya. Saat saya dianggap tidak mampu melakukan sesuatu dalam tugas kelompok selain menjaga tas. Saya masih mengingatnya. Saat saya memilih tidak datang ke acara kelulusan karena tidak mempunyai sebuah kebaya. Saya masih mengingatnya. Saat saya seolah berdosa dengan tidak berpenampilan sama seperti yang lainnya. Saya masih mengingatnya. Saat saya ditanya apakah pernah ada seseorang yang berkata bahwa ia menyukai saya. Saya masih mengingatnya. Sa...

Manusia

Manusia membingungkan. Hari ini seolah tidak kehabisan kata, hari lainnya seolah tidak pernah bertukar nama. Manusia mengecewakan. Sekarang menjanjikan ini dan itu, sebentar kemudian melupakannya begitu saja. Manusia menyebalkan. Membuat nyaman, menyakiti perasaan, mengucap penyesalan, mengulangi kesalahan. Manusia memusingkan. Mengatakan sesuatu, melakukan sebaliknya. Manusia. Selalu merasa si paling di saat seharusnya menjadi saling.

Satu Hari

Selamat ulang tahun. Selamat bertambah usia. Selamat hari lahir. Selamat menjadi tua. Beragam kata pembuka yang terucap dan dijawab dengan terima kasih. Semoga sehat selalu. Semoga panjang umur. Semoga bahagia. Semoga rezekinya lancar. Tak lupa doa-doa baik yang menyertainya dan diaminkan dengan sepenuh hati. Semoga segera menyusul ke pelaminan. Semoga cepat punya momongan. Terkadang ada juga doa--doa spesifik yang diselipkan meski tanpa sadar kondisinya belum tentu tepat. Satu hari dalam satu tahun, selama seumur hidup. Berbahagia atau tidak, jalani saja. Hanya satu hari.

To Do List

Coloring my hair. Doing make-up by myself Taking lots of selfie. Dressing up as I want. Learning foreign languages. Writing regularly. Enrolling in sports' classes. Finding new hobbies. Finishing my to-watch-list. Having friend(s) in real life. Being confident. Being grateful. Being alive. Being me.

Selamat Tinggal

Rasanya saya tidak pernah tahu cara yang tepat untuk menciptakan sebuah perpisahan. Antara tidak mau atau tidak mampu. Entahlah. Lima belas tahun lalu, saya menjalin sebuah hubungan yang tidak pernah terpikir sama sekali saat itu akan bertahan sedemikian lama. Jika ditanya seberapa dekat. Kami bertemu hampir setiap hari. Jika ditanya seberapa nyaman. Belasan tahun adalah pembuktian betapa nyaman dan terbiasa bagaikan dua sisi mata uang. Jika ditanya seberapa banyak saya tertawa atau menangis. Terlalu banyak. Jika ditanya seberapa sering saya ingin mengucap pisah. Terlalu sering. Seiring dengan berjalannya waktu, saya menyadari bahwa hubungan ini tidak lain adalah satu-satunya distraksi yang saya miliki untuk meredam keributan di kepala. Alasan terkuat agar saya bisa terus menjalani hidup. Alasan terbaik agar saya bisa terlihat normal seperti orang lain pada umumnya. Seolah-olah seperti itu. Tanpa sadar bahwa semakin lama keributan itu pergi menyisakan kekosongan yang membuat sesak. Ras...

A Love Letter in The New Year

Pandemic been hitting me (and this whole world) damn hard. Never thought that I would be this relieved and thankful in surviving 2020. For the first time in my life, someone got me to break my walls and open up my layers. For the first time in my life, someone got me to tell to myself that I don't wanna be alone, I wanna be loved, and I wanna be happy cause I deserve it. For the first time in my life, I do not have to beg for attention or affection from one. He came unexpectedly and decided to stay. He makes me laugh. He is there when I cry. He feeds me a lot. He listens to my jokes and stories. He lets me be myself. He says good things about me and corrects me when I am wrong. He protects me and puts myself first. He promises to take care of me. He deals well with my mood-swing. He thinks about this and that on behalf of me. He gets me believe in a relationship. I started 2020 with tears but I ended it with smile because of him. He is my very best important person that I wanna mak...

Terima Kasih, 2020

Masih samar teringat di pikiran tentang beratnya hari-hari terakhir sebelum menyeberang ke tahun yang baru di Desember lalu. Tidak ada resolusi besar yang diumbar di media sosial seperti kaum netizen pada umumnya. Hanya ingin bertahan hidup meski jika sekadar hidup. Harapan dan rencana perihal ini dan itu masih ada meski entah kapan realisasinya. Sampai ketika suatu masa bernama pandemi membuyarkan semua. Adanya tuntutan dan kewajiban untuk menjaga diri serta orang lain dengan banyaknya kebiasaan baru sungguh berada di luar konsep awal bertahan hidup yang dipersiapkan. Sesak. Lelah. Takut. Cemas. Sulit. Sekian bulan berjalan dengan emosi yang naik turun semasa pandemi dan saya masih di sini, bersiap menyambut tahun yang baru. Terima kasih karena sudah menjadi filter untuk beragam karakter. Terima kasih karena akhirnya berlalu. Terima kasih, 2020.

I'm Not Okay And It Shouldn't Be Okay

K-Drama is the only series I mostly watch. I remember one named It's Okay To Not Be Okay. Honestly, it's kinda boring except the girl's outfit and the animation parts. Also, it feels like I can relate to some scenes. The loneliness and the nightmares of the girl. The unspoken feeling about the past of the boy. I could see the slideshow of me sobbing alone every single night till I got tired and sleep. How pathetic. Again, what do I expect from a movie or series? No matter how miserable the life, there is always a support system to make it through and a happy ending. While here I am, finishing the last episodes of every series only to be hit by the reality. (Day 12 - Favorite TV series)

By Blood

Only for the sake of genetic relation. (Day 11 - Talk about your siblings)

Friendship Is A Myth

 No one. (Day 10 - Your bestfriend)

Happiness Is A Myth

Been years since the first time I said that happiness is a myth. I cried a lot, back then. (Well, actually I still do.) Being happy feels so expensive, I cannot afford it. Too much sorrow gets me like I do not deserve it what they call as a happiness. Sometimes I think I know how to make people happy. But most of the time, I have no idea about how to let myself experience that kind of feeling. There were times when I did really want to admit as a happy moment in my life. However, there are always this soft voice whispered in my head, saying "It's not happiness. Brace yourself for another phase of pain." So now it makes me awkward to say about that word or any related. I would rather describe it as a good feeling than saying that I am happy. Perhaps it is true that happiness is a myth since it would only happen to anyone who believe it. (Day 9 - Write about happiness)

Ost.

There were times when I shared song lyrics with someone. I sent him my feelings, he sent me his favorites. There were times when I made a thread on Twitter and post on Blogger about songs crossing my mind. I spoke out my feelings through the lyrics. There were times when I played the same songs on repeat. I felt less lonely. There were times when I went to see a live music and shed tears. I got relieved to know someone seemed understand me. There were times when I stopped listening to the music. I was so messed up. There were times when I wanted go to the karaoke. I did and I still do. (Day 8 - The power of music)

When I Think About Her

Dear Theodore, I'm glad to know you. I love your story. I love your name. I love your job. I love your voice. I love the color of your clothes. About your feeling... That loneliness. That chemistry. That attachment. That loss. That despair. I can relate. I know how it feels. You are not alone. Hug, (Day 7 - Favorite Movie)

It's Not Okay But So What?

Being single while your age hit 30 something could be hard. (At least in my world) What people see... I am weird. I am too picky. I get busy with works. I do not love my parents that much to let them see me wearing a wedding gown before they die. I will spend the rest of my life lonely and miserably. What I feel... Yea, right. I am weird enough, I do not understand myself and have no idea what to explain or how or why should I. To get along with someone is one thing, to connect emotionally is another story. Going to work and getting back home is such my default route. Not only it makes me busy but also bored, tired, stressful, and other shit. It is saddening to hear people throw such a bullshit about the way I live my life. As if I made a huge mistake. As if all of them are hitting the life goal perfectly by simply having a relationship. As if being single is a dirty sin and the rest of my life is pointless and a mess. To be honest, I almost never pictured myself in a marriage but ther...

Who Knows?

This would make me sound like an ungrateful one, but there are times when I wish to have a different kind of relationship with my parents. Who knows it is gonna make things different. At least, I think so. (Day 5 - Your parents)

Recall

Late night calls. Countless chat. Pages of song lyrics. Endless quotes and poems and idioms and weird words. Shared food and stories and silence and (almost) sleeping voice. Mandatory good morning and good night (include pre-sleep wish). Recalling all those stuff for the sake of remembering one. You. (Day 3 - Memory)

Can I?

 "What is your hobby?" How many times that we got that question, verbally or simply in a piece of form? Most common or favorite answers would be any kind of activities like singing, cooking, doing sport, playing games, etc. Few years ago, I would put reading as my first answer and continue with writing. Back then, I could tell that they are my hobbies. Things that distracted me from a hustle-bustle life. However, there was a time when I asked myself, "does it make you happy, to read or write some?". I got no answer at that time. Right, what is hobby if it cannot make you happy? Should I feel happy doing something? What if I just wanna get myself busy and I don't care about being happy? So here I am, wondering about things that make me happy. Talking with the right person about this and that. Laughing at jokes and memes I saw on social media. Picturing myself in a different situation. Chatting with random strangers. Speaking out my chaotic mind. Finally seems lik...