Posts

Showing posts with the label Juli

Hey, Juli

Drrrrt…drrrrt Sebuah notifikasi tiba-tiba muncul dari handphonenya saat Juli baru saja mematikan lampu kamar dan ingin memejamkan matanya bersiap tidur. Diraihnya benda berbalut casing kuning polos yang memang terletak tidak jauh dari tempat tidurnya. Apa sih jam segini… “ Hey, Juli ” Satu pesan singkat yang hanya terdiri dari dua kata. Juli menyalakan lampu kamar dan terduduk di sisi tempat tidurnya, masih menatap layar handphone. Berulang-ulang dibacanya pesan tersebut seolah bisa membuat isinya bertambah. Dilihatnya nama sang pengirim pesan. Nama yang pernah begitu akrab. Nama yang pernah memenuhi kotak pesan dan riwayat panggilannya. Namun selama dua tahun terakhir, nama itu berubah menjadi asing. Hilang. Berganti ingatan berisi tanya, janji, rindu, apapun yang seolah bersahut-sahutan menghampirinya. Ingatan tentang hadiah ulang tahun yang belum sempat diserahkan. Ingatan tentang beragam kabar ini dan itu yang biasa dibagi bersama. In...

Dari Aplikasi Turun Ke Hati

Bosan mengoceh di media sosial membuat saya terpikir mencari kesenangan dengan beralih ke aplikasi kencan dan pencari jodoh yang cukup populer. Sebenarnya saya tidak berharap apapun apalagi sampai memasang target untuk berkenalan bahkan hingga bertemu seseorang, tapi sepertinya tidak ada yang salah. Toh, siapa yang tahu... Ternyata keberuntungan saya di aplikasi ini cukup bagus. Sejak kemarin saya pertama kali membuat akun, sudah ada beberapa orang yang "cocok" dan kebetulan kesan pertamanya cukup menyenangkan untuk diajak mengobrol lebih lanjut. Orang yang pertama bernama Rino, seorang sutradara video klip yang juga sering menangani acara fashion show   hingga yang bertaraf internasional. Ya, saya sadar bahwa sepertinya dia terlalu keren untuk sekadar dijadikan teman bertukar pikiran perihal ini dan itu di kepala yang sebagian besar hanyalah berisi hal absurd. Ah, sudahlah. Siapa yang tahu... Orang yang kedua bernama Putra, seorang arsitek yang bar...

Kutukan Juli

Nama saya Juli dan ini sudah kesembilan belas kalinya saya gagal untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Tidak hanya hubungan pertemanan tapi juga percintaan. Rekor terlama saya dekat dengan orang lain adalah sekitar empat tahun yaitu semasa kuliah yang itupun tidak sepenuhnya bahagia. Terakhir kali saya takabur melabeli seseorang sebagai (calon terkuat) sahabat tapi ternyata lagi-lagi kandas. Menyedihkan. Kebetulan si korban –atau pelaku, entahlah- yang kesembilan belas ini adalah laki-laki dan statusnya pun hanya teman. Saya mengenalnya beberapa tahun lalu karena urusan pekerjaan dan hanya sempat bertemu satu dua kali tanpa sempat mengobrol banyak. Kedekatan di antara kami justru muncul saat kami sudah tidak lagi berhubungan secara profesional. Berawal dari saling menambahkan sebagai teman di salah satu media sosial dan berakhir dengan chatting seputar ini itu. Seperti yang dikatakan oleh salah satu lagu lawas, mulanya biasa aja. Dia kerap membuka obrolan dengan perih...