Suara di kepala bersahut-sahutan. Berisik sekali. Meminta untuk melakukan banyak hal yang harus, yang belum pernah, dan yang sudah lama tidak. Terlalu malas untuk suatu keharusan. Terlalu overthinking untuk sesuatu yang baru. Terlalu takut untuk kembali pada yang dulu pernah. Kali ini satu suara menang. Salah. Kali ini suara-suara itu menjadi satu. Sebuah keharusan untuk memulai hal baru setelah sekian lama tidak. Kembali menulis. Iya, harus dimulai lagi karena isi di kepala banyak yang layak keluar lewat kata-kata. Entah nanti statusnya sebatas draft yang tersimpan, menunggu untuk dihapus atau sebagai sebuah post yang dilihat untuk dibaca oleh orang lain. Lalu, apa yang baru? Mungkin tidak ada. Masih panjang lebar melibatkan perasaan (yang sepertinya tidak sesuram dulu) dan bukan sekadar kata-kata bersayap demi untuk dalam rangka. Oh ada sih, ini akan menjadi tulisan pertama tahun ini dan di umur yang baru. Bisa kan? Such a nice one to have something posted right in a certain mo...
Sinar matahari yang biasanya membelai lembut permukaan kulit, entah kenapa hari ini seolah membakar bolak-balik sekujur tubuh. Terasa panas dan terik, bukan hangat. Ditambah lagi sudah seminggu pendingin ruangan di tempat ini rusak sehingga membuat pintu harus selalu dibuka dalam rangka menjaga sirkulasi udara, dan kenyamanan tentunya. Jam dinding berlogo salah satu merek rokok yang tergantung di sudut ruangan belum menunjukkan pukul tujuh pagi tapi seolah saat ini sudah lewat tengah hari. Aku rasanya butuh menceburkan diri ke kolam air dingin. Terlalu gerah. Dari tempatku di pojok ruangan aku melihat sehelai kain setengah basah yang baru saja dicuci sedang dijemur di area depan dekat pintu masuk. Melihat tetesan airnya membuatku ingin membaringkan diri di bawahnya. Terlihat sejuk. Ah, sepertinya aku terlalu banyak mengkhayal pagi ini sampai tidak memperhatikan keadaan di sekelilingku yang mulai memperlihatkan tanda-tanda kesibukan. Rupanya sudah pukul delapan. Perke...
Dilihat itu menyenangkan Berbahagialah jika di luar sana ada seseorang yang melihatmu sebagai seseorang yang penting. Mungkin kamu tidak selalu menjadi yang utama dalam segala hal, tapi kamu tahu betul bahwa kamu tidak akan pernah sendiri. Dia ada. Dia melihatmu tertawa bahkan menangis. Dia melihatmu bercerita tentang apapun bahkan saat kamu memilih diam. Dia melihatmu merangkai mimpi, mengejar, dan meraihnya bahkan saat ternyata harus jatuh. Dia melihatmu ada bahkan saat di mata dunia kamu seolah tidak pernah ada. Bersyukurlah jika selama ini dia ada dan melihatmu. Rasanya menyenangkan, bukan? Diingat itu menyenangkan. Berbahagialah jika di luar sana ada seseorang yang mengingat hal-hal kecil baik yang kamu suka maupun tidak padahal itu bukanlah sesuatu yang penting dan bahkan kamu sendiri sudah lupa saat mengatakannya. Ingatan sederhana seperti ajakan menonton film kartun karena belum lama kamu bilang butuh lebih banyak tertawa. Ingatan sederhana...
Comments
Post a Comment