Posts

Hati-hati, Hati!

Dulu ada Hati yang begitu sederhana, menjalani hidup tanpa pernah meminta atau terluka. Hingga tiba suatu masa di saat Hati merasa menginginkan hati lain yang bisa melengkapinya sehingga ia pun berusaha sekian lama mencarinya. Beberapa kali memang Hati merasa telah menemukannya, tapi ternyata pada akhirnya Hati selalu menuai kecewa. Suatu hari Hati mendapat sebuah penghiburan, perasaan yang membuatnya sesak oleh euphoria. S etiap saat ia seolah berada di atas angin.  Hati mulai bergantung dengan Penghibur. Hati menjadi lemah. Tiap hari, rasa tersebut bagaikan candu yang membuat Hati ketagihan dan oksigen yang membuatnya bertahan hidup. Hati tidak lagi sadar akan kekecewaan masa lalu yang pernah dialaminya dan mungkin bisa saja kembali terjadi. Kebahagiaan Hati yang terlalu besar ternyata tidak sebanding dengan sakit yang Hati rasakan saat Penghibur tiba-tiba menghilang begitu saja. Semua luka masa lalunya yang sudah jauh terkubur kembali muncul bersamaan seolah s...

#LingkarTulisan - end

Sebelumnya: http://www.romiyooo.com/2016/04/lingkartulisan-nomor-dua-puluh-8.html Tiga bulan kemudian. Naldo Selama ini gue pikir keajaiban itu cuma mitos. Sampe akhirnya sekarang gue ngeliat sendiri apa yang gue alamin tiga bulan terakhir. Sejak pertama kali denger dari Pak Ben tentang pemindahan kepemilikkan deretan ruko yang salah satu di antaranya adalah warnet gue, jujur aja gue bingung harus gimana. Bisa dibilang beberapa malem sesudahnya yang ada di pikiran gue cuma dia. Bukan, bukan Pak Ben atau pemilik kontrakan baru melainkan nasib warnet ini. Tempat gue ngabisin hampir separuh hidup gue empat tahun terakhir. Tempat gue nerapin ilmu komputer seadanya yang gue dapet pas kuliah meski cuma sampe semester 5. Tempat gue bisa ketemu dan kenal banyak orang yang udah gue anggep temen, sahabat, bahkan keluarga sendiri. Gue masih inget kejadian kira-kira sebulan lalu pas warnet lagi sepi, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu paruh baya yang masuk. “Selamat siang!” sapa ib...

#LingkarTulisan: Nomer Dua Puluh (7)

Sebelumnya:  http://www.romiyooo.com/2016/04/lingkartulisan-nomor-dua-puluh-6.html   Sejak kepindahanku dari pojok ruangan ke bagian paling depan, semuanya masih begitu asing buatku. Ya, kepindahanku. Aku, si nomor dua puluh kesukaan banyak orang, kini berubah fungsi menjadi komputer yang hanya digunakan sang operator warnet, Naldo atau Rian. Sepertinya hal ini disebabkan oleh virus yang berasal dari harddisk atau flashdisk salah satu pengunjung dan kemudian menyerangku kira-kira sebulan yang lalu. Awalnya aku hanya bekerja lebih lama dari biasanya dan membuat beberapa pengunjung terlihat menggerutu dan tidak sabaran, tapi kemudian seringkali secara tiba-tiba aku berhenti beroperasi dan me- restart secara otomatis, seperti yang dulu pernah terjadi pada Nana dan membuatnya sangat panik dan bingung. Naldo memutuskan untuk mengistirahatkanku sejenak dari pemakaian yang menurutnya terlalu banyak dibandingkan dengan komputer lainnya. Ia menukar posisiku dengan komput...

#LingkarTulisan: Nomer Dua Puluh (5)

Sebelumnya :  http://www.romiyooo.com/2016/03/lingkartulisan-nomor-dua-puluh-4.html Kesadaran ternyata begitu menyiksa. Tidak heran banyak orang rela menghabiskan uang begitu banyak hanya untuk mencari ketidaksadaran. Mungkin mereka tidak ingin bertemu dengan kesadaran karena berbagai alasan, tetapi izinkan saya berasumsi bahwa sebagian besar dari alasan tersebut adalah ketidakinginan sadar akan rasa sedih, sakit, kecewa, dan segala jenis emosi negatif lainnya. Hal ini sangat wajar karena manusia mana di dunia ini yang tidak ingin bahagia, hanya bahagia? Akan tetapi, sadar atau tidak semua itu seringkali di luar kendali manusia sebagai salah satu makhluk ciptaanNya. Itulah yang terjadi pada saya selama ini, susah payah mengatasi kesadaran akan perasaan saya terhadap dia. Ya, dia. Seharusnya saya sadar bahwa status saya sebagai seorang biasa dan dia sebagai seorang yang luar biasa sudah merupakan jurang kecil namun cukup sulit dilalui. Seharusnya saya sadar bahw...

#LingkarTulisan: Nomer Dua Puluh (3)

Sebelumnya:  http://www.romiyooo.com/2016/03/lingkartulisan-nomor-dua-puluh.html Lima belas menit berlalu sejak kepergian Pak Kartono dan aku masih terdiam sekaligus penasaran dengan kelanjutan nasib surat-surat yang ia tuliskan. Sekilas terlihat suasana warnet tidak terlalu penuh tapi cukup ramai. Cuaca yang kian terik membuat Naldo harus menambahkan satu kipas angin lagi di area pintu masuk dekat posisi duduknya. Ia tampak sedang sibuk dengan komputernya, mengetikkan sesuatu, tersenyum, membaca sebentar, lalu lanjut mengetikkan sesuatu kembali. Ah, mungkin dia sedang asyik  chatting  dengan seseorang yang dia suka. Entahlah. Sehari-harinya Naldo tinggal di lantai dua warnet ini. Ia dibantu oleh Rian, operator yang bertugas di malam hari. Aku beruntung bisa ada di tempat ini. Naldo tidak hanya merawatku dan yang lainnya dengan sangat baik, tetapi dia pun merupakan sosok yang menyenangkan dan cekatan terhadap seluruh pelanggan tak terkecuali, juga oran...