Posts

Sejak Dulu Saya Terbiasa Mencintai

Sejak dulu saya mencintai bahasa. Apapun jenis, bentuk, media, cara penyampaian, tujuan, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan itu. Sejak kecil saya mulai mengenal Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, jatuh cinta dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, dan akrab dengan Bahasa Batak sebagai bahasa daerah. Sejak duduk di bangku sekolah menengah saya mulai tertarik dengan Bahasa Perancis, Bahasa Jepang, dan Bahasa Jerman. "Sejak dulu saya mencintai bahasa." demikian jawaban saya saat orang menanyakan alasan saya ingin sekali kuliah mengambil jurusan bahasa atau sastra. Mereka tertawa. Mungkin menurut mereka tidak ada artinya. Sejak berhasil kuliah di jurusan yang saya inginkan, ternyata saya semakin mencintai bahasa terlebih dalam hal permainan kata dan penjabaran maksud di baliknya. "Sejak dulu saya mencintai bahasa." demikian jawaban saya saat rekan sekerja kerap menanyakan mengapa saya tidak mengambil jurusan kuliah yang se...

Mencari Distraksi

Ini adalah sebuah kisah sederhana tentang gambaran identitas yang cukup marak di dunia maya. Tempat di mana siapapun (seolah) bisa menjadi apapun. Tempat di mana rasa terkadang bukan lagi sebuah pilihan melainkan paksaan. Tempat di mana hidup bisa terasa menjadi begitu mudah atau justru kebalikannya. Tempat di mana orang keluar dari dunia nyata atas dasar mencari distraksi. *** Pencinta kopi Dia bilang dia pencinta kopi tapi paginya seperti tak pernah dimulai dengan menyeduh minuman panas berwarna hitam pekat itu. Menghabiskan hari-harinya di bawah jembatan layang ibukota membuatnya menganggap kopi adalah sebuah kemewahan. Sesuatu yang selalu dia lihat setiap pagi berada dalam genggaman para pekerja di sebuah gedung perkantoran di dekat jembatan. Baginya sesekali lewat dan menghirup aroma kuat kopi dari balik kedai kopi yang berada tak jauh dari jembatan, tanpa tahu rasanya, sudah cukup menjadi semacam penambah semangat baginya. Mimpinya, duduk diam m...

Meanwhile...

A man took a girl to a party. On their way home, the girl was so happy she wanted to tell everyone about him. She texted him "thanks for the party. Good night. :)" before falling asleep smilingly. The man was also very happy. Again, none of his friends noticed him taking a (different) girl tonight. He opened his favorite dating apps before falling asleep smilingly.

The Confession

Ketika dia yang kau pikir datang untuk menjadi harapan terakhirmu ternyata perlahan memudar dan menghilang, apakah kau masih percaya dengan adanya kepercayaan? Ketika dia yang kau kira telah berhasil menyembuhkan segala lukamu ternyata sebenarnya hanyalah racun yang menggerogoti dirimu, apakah kau masih mampu berkata sakit? Ketika dia yang kau mau habiskan hari-harimu bersamanya ternyata malah menghentikan langkah di salah satu hari, apakah kau masih siap untuk memulai hari lain? Ini bukan cerita tentang jatuh cinta, karena kata jatuh identik dengan rasa sakit. Ini juga bukan cerita tentang patah hati, karena kata patah identik dengan yang tak lagi utuh. Ini tentang hati, yang entah apakah terdapat juga cinta di dalamnya. *** Sepertinya empat tahun cukup untuk membuatku yakin dengan perasaanku, tapi entah bagaimana dengan perasaanmu. Setelah mempertimbangkannya selama beberapa bulan terakhir aku tahu inilah saat yang tepat untuk mengungkapkannya. Ya, aku akan men...

Tentang Hujan

Aku tidak suka hujan. Entah kenapa, pokoknya aku tidak suka hujan. Banyak orang di luar sana yang melabeli dirinya sebagai pencinta hujan. Aku tidak tahu definisi cinta yang mereka maksud. Apa saat hujan datang mereka akan begitu gembira? Apa saat hujan berhenti atau tidak turun mereka akan bersedih atau merindukannya semikian rupa? Aku tidak tahu cara mereka mengekspresikan cintanya terhadap hujan. Apa mereka selalu menyambut hujan dengan menari bebas? Apa mereka sekadar merangkai sajak berisi kata-kata indah? Aku tidak tahu apa yang dimiliki hujan sehingga banyak orang yang begitu mencintanya. Apa karena aroma   petrichor   yang katanya bisa menenangkan? Apa karena suara tetesannya yang seolah meredam bising di pikiran? Hujan, terlebih yang turun saat aku sedang berada di luar rumah, hanyalah membawa kerepotan dan kepanikan. Aku tidak suka jika harus naik-turun kendaraan umum atau berjalan di tengah hujan. Aku tidak suka mereka yang selalu menga...

Dini Hari Di McD

01:00 “Ayo kita jalan-jalan!” sebelum mendengar jawabanku kamu sudah berjalan keluar kamar membawa handphone dan dompet, meninggalkanku yang sedang asik menikmati sepiring es krim yang sudah mencair. Aku terpaksa bangun, mengambil tas, mengunci pintu kamar, dan segera menyusulmu setengah berlari dengan masih mengenakan baju tipis dan celana pendek yang seharusnya menjadi seragam tidurku malam ini. --- 21:00 “Aku bosan. Ayo kita kembali ke hotel saja.” katamu dengan wajah murung sambil terus memandangi layar handphone. “Loh, kenapa? Masih jam segini. Sayang banget kalau cuma di hotel.” aku berusaha untuk bersikap biasa saja meski di satu sisi sebenarnya aku sudah cukup muak dengan situasi seperti ini. Orang biasa menyebutnya mood swing . Kamu mungkin menyebutnya holiday mood swing . Aku selalu menyebutnya your current mood. Kamu diam. Tidak membantah meski aku yakin juga tidak menerima. “Tau gini mah, mending di rumah aja.” bisikmu pelan tapi masi...

Hati-hati, Hati!

Dulu ada Hati yang begitu sederhana, menjalani hidup tanpa pernah meminta atau terluka. Hingga tiba suatu masa di saat Hati merasa menginginkan hati lain yang bisa melengkapinya sehingga ia pun berusaha sekian lama mencarinya. Beberapa kali memang Hati merasa telah menemukannya, tapi ternyata pada akhirnya Hati selalu menuai kecewa. Suatu hari Hati mendapat sebuah penghiburan, perasaan yang membuatnya sesak oleh euphoria. S etiap saat ia seolah berada di atas angin.  Hati mulai bergantung dengan Penghibur. Hati menjadi lemah. Tiap hari, rasa tersebut bagaikan candu yang membuat Hati ketagihan dan oksigen yang membuatnya bertahan hidup. Hati tidak lagi sadar akan kekecewaan masa lalu yang pernah dialaminya dan mungkin bisa saja kembali terjadi. Kebahagiaan Hati yang terlalu besar ternyata tidak sebanding dengan sakit yang Hati rasakan saat Penghibur tiba-tiba menghilang begitu saja. Semua luka masa lalunya yang sudah jauh terkubur kembali muncul bersamaan seolah s...