Posts

Showing posts from June, 2016

Hati-hati, Hati!

Dulu ada Hati yang begitu sederhana, menjalani hidup tanpa pernah meminta atau terluka. Hingga tiba suatu masa di saat Hati merasa menginginkan hati lain yang bisa melengkapinya dan ia pun berusaha sekian lama mencarinya.
Beberapa kali memang Hati merasa telah menemukannya, tapi ternyata pada akhirnya Hati selalu menuai kecewa.
Suatu hari Hati mendapat sebuah penghiburan, perasaan yang membuatnya sesak oleh euphoria. Setiap saat ia seolah berada di atas angin. 

Hati mulai bergantung dengan Penghibur.

Hati menjadi manja dan lemah.

Tiap hari, rasa tersebut bagaikan candu yang membuat Hati ketagihan dan oksigen yang membuatnya bertahan hidup. Hati tidak lagi sadar akan kekecewaan masa lalu yang pernah dialaminya dan mungkin bisa saja kembali terjadi.

Kebahagiaan Hati yang terlalu besar ternyata tidak sebanding dengan sakit yang Hati rasakan saat Penghibur tiba-tiba menghilang begitu saja. Semua luka masa lalunya yang sudah jauh terkubur kembali muncul saling bersahutan seolah menertawakannya.

H…

#LingkarTulisan - end

Sebelumnya: http://www.romiyooo.com/2016/04/lingkartulisan-nomor-dua-puluh-8.html

Tiga bulan kemudian.

Naldo
Selama ini gue pikir keajaiban itu cuma mitos. Sampe akhirnya sekarang gue ngeliat sendiri apa yang gue alamin tiga bulan terakhir. Sejak pertama kali denger dari Pak Ben tentang pemindahan kepemilikkan deretan ruko yang salah satu di antaranya adalah warnet gue, jujur aja gue bingung harus gimana. Bisa dibilang beberapa malem sesudahnya yang ada di pikiran gue cuma dia. Bukan, bukan Pak Ben atau pemilik kontrakan baru melainkan nasib warnet ini. Tempat gue ngabisin hampir separuh hidup gue empat tahun terakhir. Tempat gue nerapin ilmu komputer seadanya yang gue dapet pas kuliah meski cuma sampe semester 5. Tempat gue bisa ketemu dan kenal banyak orang yang udah gue anggep temen, sahabat, bahkan keluarga sendiri.
Gue masih inget kejadian kira-kira sebulan lalu pas warnet lagi sepi, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu paruh baya yang masuk.
“Selamat siang!” sapa ibu itu dengan suara kalem.