Posts

Surat Untuk Seorang Teman

Hey, teman.

Kamu adalah orang pertama di tahun ini yang signifikan...

...yang membuatku nyaman.
...yang membuatku awur-awuran.
...yang membuatku bertahan.

Saat aku kerap menghujanimu dengan banyak sekali pesan yang sebagian besar berisi keluhan, kamu mampu meyakinkan kalau aku tidak akan pernah sendirian hanya lewat sebuah sapaan.

Tidak jarang kamu membuatku menunggu balasan pesan hingga di jam kesekian.

TIdak jarang aku membuatmu menunggu hingga aku ketiduran sebelum mengakhiri percakapan.

Aku menyebut diriku merepotkan.

Kamu menyebut dirimu perhatian.

Jika demikian, izinkan aku malam ini sedikit saja, sebentar saja, sekadar menuangkan perasaan.

Boleh kan?

Ya, aku merindumu, teman.

Nyauw...

Tidak peduli seberapa besarnya usahaku melupakanmu, rasanya tetap saja aku kalah.

Terlalu banyak.

Iya, terlalu banyak kenangan tentangmu di kepalaku.

Tidak, bukan hanya tentangmu melainkan juga tentang kita.

Minuman kesukaanmu.

Makanan yang ingin kita makan bersama.

Deretan tempat impianku yang katamu akan kita datangi satu persatu.

Pertanyaan basa basi yang selalu terasa hangat meski memang hanya bersifat rutinitas. Pertanyaan yang tidak jarang hanya terkirim tanpa tahu kapan akan terbaca dan terjawab.

Itu namanya perhatian, katamu.

Kesibukan masing-masing yang tidak pernah menjadi alasan untuk menghilang.

Penting tapi ga segitunyalah, katamu.

Lelah seolah mampu terobati hanya dengan percakapan dini hari yang berisi lelucon yang itu-itu saja dan suara dengkuran halus yang tidak lagi tertahan di jam kesekian. Seolah 

Aku mengingat itu semua.

Entah bagaimana denganmu.

"Tahuuu buuulat... Digoreng da da kan! Lima ratusan, hangat-hangat! Nyauuuw..."

Nyanyian penjual tahu bulat membuyarkan inga…

#2020bertemu

Image
#2020bertemu adalah sebuah tagar yang mendadak muncul di kepala beberapa waktu lalu, dalam rangka suasana tahun baru. Awalnya, di bulan Desember saya pernah menuliskan seperti ini di akun Twitter:

Saat itu menurut saya #2020bertemu adalah ungkapan yang cukup menarik sebagai ucapan tahun baru. Sekadar permainan rima kata tanpa arti lebih dari ajakan bertemu.
Lalu saya teringat salah satu resolusi di tahun sebelumnya yaitu ingin bertemu lebih banyak orang baru, direncanakan atau tidak. Semacam keinginan untuk menjadi pribadi yang "normal" dan mau membuka diri. Sayangnya, 2019 sepertinya bukan waktu yang tepat. Jangankan untuk bertemu orang baru, bahkan sekadar menjalani rutinitas harian saja rasanya begitu berat dan menyesakkan.
Oleh karena itu, tahun ini saya berniat sedikit menantang diri sendiri melalui tagar #2020bertemu serta menceritakannya di sini. Tujuannya adalah mengukur kenyamanan diri dalam hal berinteraksi sekaligus meredam bising di kepala di luar rutinitas pekerjaa…

Hidup Di Tahun Baru

Tahun ini mengalami hal-hal yang terjadi untuk pertama kali, baik itu yang memang direncanakan maupun dipaksakan. Alasan yang diungkapkan serta perasaan sesudahnya, yang diceritakan maupun tidak. Seolah segala sesuatu sudah sebagaimana mestinya.
Tahun ini mengalami perkenalan dan pertemuan dengan orang-orang yang memang diinginkan serta "perpisahan" yang sampai detik ini rasanya tidak pernah terpikirkan akan ada (atau paling tidak, bukan dalam waktu dekat). Seolah segala sesuatu bisa diatur semaunya.
Tahun ini...
Semoga menjadi tahun kematian bagi diri yang lama dan hari-hari dengan kesuraman yang sama.
Sudah cukup.
Lelah ini. Sakit ini. Sedih ini. Tangis ini. Pahit ini.
Sudah cukup.
Menjalani hidup hanya sekadar hidup, sekeras berjuang dan terus bertahan.
Jika memang menjadi bahagia terlalu tinggi untuk diamini, maka menikmati hidup adalah satu-satunya doa yang layak diucapkan untuk tahun yang baru nanti.

Merindu Afeksi, Mengemis Atensi

Seperti biasa, ini sudah kesekian kalinya terjadi
Terpaku di depan cermin, menghadap bayangan sendiri
Hanya bisa bertukar tatap yang sarat dengan banyak arti
Mata itu, sangat jelas merindu afeksi

Tidak seperti biasanya, kali ini ingin menghibur dia, sang refleksi
Melihatnya dan berkata bahwa sudah waktunya bangkit lagi
Hanya bisa bertukar senyum sebagai penguat diri
Mata itu, jangan lagi mengemis atensi

(Not My Kind Of) To Do List

Guess it's been zillion ages ago since the last time I put trust in someone. Breaking all the walls I made for such a long time. Uncovering each layer of me. My thought, my past, my dream, my feeling, my jokes, both the shitty and normal ones.

Every time I got disappointed over someone, I always blame myself. My bad to trust this person too much. My bad to crave for good things happen. I don't deserve kindness. I don't deserve any kind of relationship. I don't deserve people. What I am -sometimes- being afraid is if one day I think that I don't deserve to stay alive.
I have no idea about attention, care, love, and kind words. I am just such an amateur in terms of enjoying life. For me, having support system even just one single person is like a bullshit and surreal.
Well, but shit happened and here I am keep hurting myself by either trusting the wrong people or simply being over-insecure.
Maybe it's better to deal with all this miserable circle and get used to it.
To b…

Hey, Juli

Drrrrt…drrrrt

Sebuah notifikasi tiba-tiba muncul dari handphonenya saat Juli baru saja mematikan lampu kamar dan ingin memejamkan matanya bersiap tidur. Diraihnya benda berbalut casing kuning polos yang memang terletak tidak jauh dari tempat tidurnya.
Apa sih jam segini…
“Hey, Juli”
Satu pesan singkat yang hanya terdiri dari dua kata.
Juli menyalakan lampu kamar dan terduduk di sisi tempat tidurnya, masih menatap layar handphone. Berulang-ulang dibacanya pesan tersebut seolah bisa membuat isinya bertambah.
Dilihatnya nama sang pengirim pesan.
Nama yang pernah begitu akrab.
Nama yang pernah memenuhi kotak pesan dan riwayat panggilannya.
Namun selama dua tahun terakhir, nama itu berubah menjadi asing. Hilang. Berganti ingatan berisi tanya, janji, rindu, apapun yang seolah bersahut-sahutan menghampirinya.
Ingatan tentang hadiah ulang tahun yang belum sempat diserahkan.
Ingatan tentang beragam kabar ini dan itu yang biasa dibagi bersama.
Ingatan tentang beberapa pesan terbaca yang tidak berbalas.
Juli…