March, Too, Shall Pass...

Hai Maret,

Akhirnya hari ini terakhir kita sama-sama di tahun ini. Yaaaaaaay!!! \o/

Maaf jika saya terlihat begitu semangat tapi memang demikian adanya.

Hari ini izinkan saya menggambarkan seputar tiga puluh satu hari kebersamaan kita.
  1. Saya tidak pernah merasa sedemikian hancur, bingung, putus asa, lelah, sedih, sendiri, sekaligus kuat, beruntung, atau entah apa lagi yang bisa menggambarkan perasaan saya selama satu bulan terakhir.
  2. Saya mendapat pengalaman dan pemikiran baru tentang hal-hal yang tidak pernah saya (mau) tahu tapi ternyata cukup menarik sebagai pembelajaran hidup.
  3. Saya menyangkal diri perihal perasaan saya. Sulit dan tidak enak, tapi sepertinya saya mampu melewatinya.
Mungkin kira-kira seperti itu artimu bagi saya.

Tidak, saya tidak akan mengeluh lagi untuk semuanya. Sudah cukup. Toh, kamu pun pasti sudah sangat bosan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti "mengapa harus seperti ini?", "mengapa selalu saya?", dan semacamnya yang teramat sering saya lontarkan mulai dari  sekadar bisikan dalam hati, omongan putus asa saat berbincang dengan seseorang, atau luapan emosi kemarahan sambil menangis hingga kelelahan saat sedang sendiri.

Secara manusia, menghadapi semuanya sendiri memang membuat saya mengaku kalah. Tapi saya bersyukur bahwa Dia tidak pernah membiarkan saya sendiri dan pertolonganNya tidak pernah terlambat.

Jika ada satu hal yang harus saya sampaikan hari ini, tentu adalah TERIMA KASIH.

Terima kasih Maret, untuk proses yang saya alami selama tiga puluh satu hari ini.


Jadi, sampai jumpa di tahun depan(?)

Comments

Popular posts from this blog

A (Not So) Secret Admirer, Just A Serious Observer

Hati-hati, Hati!

Menikah Karena Muda(h)